Breaking News
Loading...
Jumat, 13 Maret 2015

Upacara Adat Ngaben Tradisi Memisahkan Roh

23.33

Jika sebelumnya saya sudah membahas seni tari yang terdapat di Bali seperti Tari Pendet dan Tari Kecak kini saya membahas tentang adat upacara yaitu Ngaben.
Ngaben Adalah acara upacara pembakaran jenazah yang berada di Bali, Indonesia. Upacara adat ngaben ini di percayai masyarakat setempat adalah sebuah ritual untuk mengirim jenazah pada kehidupan mendatang, jenazah dalam upacara ini diletakan dalam posisi di tidurkan, sehingga para keluarga pun berpendapat jika orang yang meninggal tersebut sedang tertidur, Tidaka ada yang menangisi jenazah dalam upacara ini karena mereka juga beranggapan bahwa jenazah sudah tidak ada itu hanya sementara saja karena jenazah tersebut berenkarnasi atau menemukan peristirahatan terahir mereka di Moksha, Moksha sendiri adalah tempat peristirahatan terahir dimana jiwa telah berenkarnasi dan terbebas dari roda kematian (kekal), Upacara ngaben ini juga menjadi simbol untuk menyucikan roh orang yang telah meninggal. 
Dalam ajaran agama Hindu, Jasad masnusia terdiri dari badan kasar (Fisik), dan badan halus (Roh atau atma), Masyarakat hindu juga mempercayai jika badan kasar (Fisik) terbentuk oleh lima unsur yang lebih dikenal dengan panca maha Bhuta, dan kelima unsur tersebut terdirir dari Teja (Api), Apah (Air), Pertiwi (Tanah), Bayu (Angin), dan Akasa (Ruang hampa), yang kelima unsur tersebut menyatu dan membentuk fisik kemudian Roh yang menggeraakanya, Jadi jika ada seseoraang yang telah meninggal sebenarnya yang mati hanya jasad kasarnya saja (Fisik), sedangkan rohnya tidak tidak, Kaena itulah, untuk mensucikanya roh tersebut, perlu di lakukan upacara adat Ngaben bertuujuaan untuk memisahkan roh dengan jasad halusnya.
ASAL USUL NGABEN
Ada yang berpendapat bahwa kata Ngaben sendiri berasal dari kata beya Yang artinya adalah bekal, dan ada juga yang berpendaapat lain jika kata ngaben diambil dari kata ngabu yang berarti menjadi abu, Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa ngaben beraasal daari kata Ngapen yang artinya penyucian dengan api, dalam kepercayaan umat Hindu, Bahwa dewa Brahwa atau Dwa penciptanya dikenal dengan dewa api, Oleh sebab itu lah upacara ini dianggap sebagai upacara untuk membongkar kotoran yang berupa jasad kasar yang masih melekat pada roh dan mengembalikan kembali roh pada sang pencipta.
Masyarakat Bali mengatakan bahwa Ngaben adalah momen yang yang bahagia karena dengan melakukanya upacara ini, Baik orang tua ataupun anak-anak telah melakukan kewajiban mereka sebagai anggota keluarga, oleh karena itu para keluarga menyambut upacara ini dengan suka cita dan tanpa meneteskan air mata, karena mereka mempercayai bahwa jika mereka menangis hanya mehambat perjalanan roh tersebut untuk mencapai nirwana, Biasanya hari yang sesuai untuk upacara Ngaben didiskusikan terlebih dahulu oleh para orang yang paham dan para tetua. Dan tubuh jenazah akan diletakan kedaalam peti. Lalu Peti ini diletakkan di dalam sebuah sarcophagus yang berbentuk lembu atau diletakkan di sebuah wadah berbentuk vihara. Wadah ini terbuat darI kertas dan kayu. Bentuk vihara atau lembu ini dibawa menuju ke tempat kremasi melalui suatu prosesi. Prosesi tersebut tidak berjalan pada satu jalan lurus karena bertujuan untuk menjauhkan roh jahat dari jenasah.
Prosesi pembakaran keseluruhan struktur yaknik Lembu atau vihara tadi berserta dengan jenasah adaalah merupakan puncak dari upacara adat ngaben ini,. Biasanya dibutuhkan waktu yang lama untuk proesesi upacara Ngaben ini, Dilakukan 3 hari untuk jenazah yang berkasta tinggi, namun untuk keluarga yang berkasta rendah jenazah harus lebih dahulu dikubur kemudian baru dilakukan Ngaben.
Memakan biaya yang cukup banyak untuk melakukan upacara Ngaben ini karena biasanya dilakukan ddengan bedar-besaran seperti sebuah pesta, Oleh karena itu lah banyak orang yang menyelenggarakan upacara ngaben ini dalam selang kurung waktu yang lamaa setelah kematian. Saat ini, masyarakat Hindu di Bali banyak yang melakukan upacara Ngaben secara massal untuk mengemat biaya. Jadi, jasad orang yang sudah meninggal dimakamkan untuk sementara waktu sambil menunggu biayanya mencukupi. Namun, bagi keluarga yang mampu, Upacara adat Ngaben bisa dilakukan secepatnya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer